
TAPIS (Tata Kelola Data Spasial Terintegrasi) merupakan inovasi tata kelola pemerintahan berbasis digital yang dikembangkan untuk memperkuat pengumpulan, standarisasi, pengolahan, publikasi, dan evaluasi pemanfaatan data spasial di Kota Metro. Inovasi ini menempatkan data spasial sebagai fondasi perencanaan pembangunan daerah karena data berbasis lokasi mampu menjelaskan kondisi wilayah, distribusi infrastruktur, potensi, masalah, dan prioritas intervensi secara lebih nyata. Secara praktis, TAPIS menghubungkan empat komponen kerja: GeoForm untuk penyusunan form standar berbasis KUGI, GeoReady untuk percepatan pengumpulan data lapangan melalui KoboToolBox, GeoActive untuk pengolahan dan publikasi dataset ke WebGIS/repository, serta GeoEvaluation untuk mengukur pemanfaatan dan kualitas layanan data. Dengan pendekatan ini, proses yang sebelumnya manual dan parsial diarahkan menjadi alur digital yang lebih mudah ditelusuri, seragam, dan dapat dimanfaatkan lintas perangkat daerah.


Dalam rangka mendukung implementasi inovasi TAPIS (Tata Kelola Data Spasial Terintegrasi), telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) TAPIS sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kapasitas perangkat daerah dalam pengelolaan serta pemanfaatan data spasial secara terintegrasi.
Kegiatan Bimtek memberikan pemahaman mengenai konsep, tujuan, mekanisme, dan tahapan pelaksanaan TAPIS, mulai dari proses standardisasi instrumen pengumpulan data, pengumpulan data spasial di lapangan, pengolahan dan pengelolaan dataset, hingga publikasi serta evaluasi pemanfaatan data spasial. Peserta juga diperkenalkan dengan empat komponen utama TAPIS, yaitu GeoForm, GeoReady, GeoActive, dan GeoEvaluation, beserta fungsi dan keterkaitannya dalam mendukung tata kelola data spasial.
Selain penyampaian materi, kegiatan Bimtek juga dilaksanakan melalui praktik penggunaan aplikasi dan simulasi alur pengelolaan data spasial. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman dalam menyusun formulir pengumpulan data, melakukan pengumpulan data lapangan secara digital melalui KoboToolbox, mengelola dan mempublikasikan data melalui WebGIS/repository, serta memahami mekanisme evaluasi kualitas dan pemanfaatan data.
Pelaksanaan Bimtek diharapkan dapat meningkatkan kompetensi aparatur dalam mengelola data spasial secara lebih terstandar, efektif, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan TAPIS secara lintas perangkat daerah sehingga data spasial yang dihasilkan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam penyusunan perencanaan, perumusan kebijakan, pelaksanaan pembangunan, serta evaluasi pembangunan di Kota Metro.